TKDN dan SDM Digital: Kunci Utama Membangun Kedaulatan Teknologi Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan mengenai TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri semakin menonjol di industri digital dan data center Indonesia. Meski sering dianggap sebagai aturan administratif, diskusi pada episode terbaru Podcast Nusantara menegaskan bahwa TKDN adalah strategi besar untuk memperkuat kedaulatan teknologi nasional.

Dua narasumber hadir membahas isu ini secara mendalam:
Bizardy Ilham, LDCS Manager Legrand Indonesia
Dr. Ir. Bonifasius Wahyu Pujianto, M.Eng, Kepala BPSDM Komdigi
Dipandu oleh Laduma Nasution, Business Development Manager Sinux.

Percakapan ini menyoroti hubungan antara regulasi TKDN, pengembangan SDM digital, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing Indonesia di era AI, cloud, dan pertumbuhan data center yang begitu cepat.

TKDN: Lebih dari Regulasi — Ini Strategi Kedaulatan Digital

TKDN pada dasarnya mengukur porsi komponen lokal dalam sebuah produk atau layanan. Namun dalam industri digital, TKDN memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Nilai lokal tidak hanya hadir dalam proses manufaktur, melainkan juga dalam inovasi, kepemilikan teknologi, dan kapasitas talenta bangsa.

3 Pilar TKDN di Dunia Digital
  1. Hardware — peningkatan komponen dan proses produksi yang dilakukan di Indonesia
  2. Software — bagaimana solusi dikembangkan, dioperasikan, dan dipasarkan oleh talenta lokal
  3. Human Resource — porsi tenaga kerja Indonesia dalam value chain
3 Pilar TKDN di Industri Digital

Di tengah meningkatnya kebutuhan AI dan high density computing, TKDN menjadi alat untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi ikut menjadi pemain dalam produksi teknologi global.

SDM Digital: Tantangan Terbesar dalam Ekosistem TKDN

Salah satu isu yang mendapatkan perhatian besar adalah tantangan pengembangan SDM digital. Pemerintah menargetkan hadirnya sembilan juta talenta digital pada 2030, atau sekitar 600 ribu talenta per tahun. Namun kebutuhan industri yang meningkat pesat membuat target tersebut masih jauh dari ideal.

Tantangan SDM yang diidentifikasi:
  • Keterampilan teknis yang belum sesuai kebutuhan industri
  • Minimnya paparan terhadap teknologi terbaru
  • Kesiapan kerja lulusan baru yang masih rendah
  • Sertifikasi global yang belum merata
  • Lonjakan permintaan spesialis AI, cloud, dan data center

Pemerintah melalui Komdigi terus mendorong melalui berbagai program pelatihan, beasiswa, hingga kerja sama dengan vendor industri terus diperluas untuk mempercepat peningkatan kapasitas SDM lokal.

Industrialisasi dan TKDN: Peran Besar Perusahaan Teknologi

Contoh konkret komitmen industri terlihat dari langkah Legrand Indonesia yang berhasil mencapai skor TKDN sebesar 40.75 persen. Upaya ini dicapai melalui berbagai inisiatif antara lain:

  • Mengembangkan fasilitas produksi lokal
  • Melakukan pelatihan proses assembly dan pengujian untuk tenaga kerja Indonesia
  • Berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk transfer pengetahuan
  • Mendukung sertifikasi teknis terkait data center dan sistem kelistrikan
  • Merencanakan pembangunan Pusat Pelatihan dan Showroom Data Center di Cikarang pada 2025

Inisiatif tersebut memperkuat ekosistem industri sekaligus mempercepat transfer knowledge bagi generasi talenta baru.

Kolaborasi: Kunci Akselerasi Kemandirian Teknologi

Para pakar sepakat bahwa kemandirian teknologi tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi yang kuat. Peran pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas harus saling melengkapi untuk membangun ekosistem yang sehat.

Pendekatan kolaboratif seperti ini telah terbukti membawa keberhasilan bagi negara seperti Korea, Taiwan, dan Tiongkok. Indonesia kini berada pada momentum penting untuk meningkatkan kemampuan dari tahap observasi menuju adaptasi, modifikasi, hingga akhirnya menciptakan teknologi asli.

AI, Cloud, dan Data Center: Masa Depan Ada di Tangan Talenta Lokal

Pertumbuhan data center yang begitu cepat, dengan tambahan empat hingga lima fasilitas baru pada 2024, menjadi tanda bahwa infrastruktur digital Indonesia berkembang pesat. Namun infrastruktur yang besar tidak memiliki dampak maksimal tanpa adanya:

  • talenta yang mengerti arsitektur DC modern
  • tenaga ahli high-density computing
  • engineer AI/ML
  • spesialis power, cooling, dan sustainability
  • profesional dengan sertifikasi global

Pada akhirnya, SDM menjadi elemen paling menentukan dalam penguatan TKDN dan kemandirian teknologi nasional.

Kesimpulan: TKDN Bukan Akhir, Tapi Jalan Menuju Kemandirian Teknologi

Podcast ini memberikan pesan yang jelas. TKDN bukanlah garis akhir, tetapi sebuah perjalanan panjang untuk memperkuat industri nasional melalui talenta, inovasi, dan kolaborasi. Dengan sinergi yang tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk tidak sekadar mengadopsi teknologi global, melainkan menjadi salah satu inovator utama di kawasan.

For more details, listen directly to the podcast on YouTube Nusantara Academy and don’t forget to register for training by contacting https://wa.me/6285176950083

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Academy
We Empower The Creation of Digital Ecosystems Through Talent Reskilling and Upskilling Programs for Indonesia