Solusi Liquid Cooling untuk Data Center AI di Indonesia: Strategi Efisiensi, Skalabilitas, dan Keberlanjutan

Menyelaraskan Kurikulum Vokasi dengan Kebutuhan Industri

Beban kerja AI kini bisa menghasilkan panas hingga 130 kW per rack, sehingga penyusunan data center tradisional dengan pendinginan udara dan rak konvensional bisa jadi tidak lagi memadai. Beban panas tinggi seperti ini menuntut solusi pendinginan yang jauh lebih efisien. Oleh karena itu, solusi liquid cooling untuk data center AI di Indonesia menjadi sangat penting untuk menjaga performa dan stabilitas server AI intensif.

Kenapa Pendinginan Cair (Liquid Cooling) Lebih Relevan Sekarang

Sekolah Bertransformasi Menjadi Miniatur Industri

Pendinginan cair bukan lagi opsi “mewah” tetapi menjadi kebutuhan bagi data center AI yang berdensitas tinggi. Beberapa poin penting:

  • Data center modern yang mendukung AI cenderung menggunakan direct-to-chip cooling, immersion cooling, atau kombinasi/hibrida antara cairan dan udara/refrigeran.
  • Liquid cooling memungkinkan disipasi panas jauh lebih efisien daripada udara, mendukung densitas tinggi, dan memungkinkan banyak GPU dalam satu rak tanpa risiko overheating atau thermal throttling.

  • Sistem ini memberi fleksibilitas, sehingga data center baru maupun retrofit bisa diupgrade ke infrastruktur pendinginan canggih tanpa harus merombak total fasilitas.

Dengan demikian, liquid cooling hadir sebagai fondasi infrastruktur, bukan sekadar aksesoris tambahan. Prinsip ini sesuai dengan argumen bahwa pendinginan tidak boleh lagi diperlakukan seperti SKU.

Tantangan & Realita di Indonesia

Adopsi liquid cooling di Indonesia menghadapi tantangan, tetapi juga memiliki potensi besar:

  • Upaya nyata: NeutraDC (bagian Telkom) menyiapkan data center AI di Batam dengan solusi liquid cooling untuk data center AI di Indonesia untuk menghadapi beban kerja tinggi dan kebutuhan pendinginan besar.

  • Evaluasi infrastruktur lama: Data center konvensional dengan pendinginan udara perlu dikaji ulang jika ingin mendukung layanan AI atau cloud dengan GPU intensif.

  • Investasi lebih besar: Meliputi desain rak (dimensi & daya dukung), distribusi daya, sistem distribusi cairan, kontrol suhu & aliran, serta pemeliharaan rutin. Liquid cooling adalah sistem integral, bukan sekadar penggantian kipas atau AC.

Manfaat bila diterapkan benar: Efisiensi energi lebih baik, densitas server tinggi, stabilitas operasional, dan skalabilitas untuk kebutuhan AI masa depan.

Peran Orang Tua dalam Keberhasilan Program

Kunci keberhasilan siswa bukan hanya sekolah dan industri tetapi juga keluarga. Ujang Saepul Bahri, wali siswa dan sekaligus pendidik, menegaskan bahwa dukungan moral, komunikasi, dan motivasi dari orang tua sangat penting, terutama di masa transisi dari sekolah ke industri.

Banyak siswa menghadapi proses belajar yang lebih berat dibanding pembelajaran reguler. Namun dengan dukungan keluarga, siswa lebih mampu:

  • bertanggung jawab atas proses belajarnya
  • menjaga komitmen dan kedisiplinan
  • memiliki motivasi internal untuk sukses

Dampaknya terlihat jelas bahwa banyak siswa yang lulus dari program NDCA langsung diterima bekerja di industri data center.

Memperluas Peluang Kerja dan Mobilitas Ekonomi

Sebagian besar siswa SMK datang dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Melalui program Kelas Industri Data Center NDCA, banyak siswa mendapatkan akses baru terhadap karier profesional yang sebelumnya dianggap jauh dari jangkauan dan sulit untuk dicapai.

Melalui pelatihan dan sertifikasi industri, siswa memiliki:

  • daya saing tinggi

  • standar kompetensi yang diakui industri

  • akses magang dan penempatan kerja

  • peluang memperoleh penghasilan lebih baik

Inilah yang membuat program Kelas Industri Data Center NDCA dinilai mampu membantu memutus rantai kemiskinan di banyak keluarga.

Pentingnya Pendekatan End-to-End

Cara paling efektif mengadopsi liquid cooling adalah melalui solusi end-to-end, di mana satu penyedia menangani seluruh sistem, bukan membeli komponen terpisah.

Alasan pentingnya pendekatan ini:

  • Risiko integrasi lebih kecil karena memakai satu penyedia, sehingga mismatch tekanan cairan, kontrol, dan monitoring dapat diminimalkan.

  • Kemudahan operasional dan support lebih tinggi karena koordinasi dan pemeliharaan bisa lebih jelas dan cepat.

  • Skalabilitas masa depan lebih mulus, sehingga upgrade rack atau memperbesar densitas bisa dilakukan tanpa bongkar total.

End-to-End Cooling merupakan pendekatan di mana satu penyedia mengelola seluruh sistem pendinginan secara terpadu, dari rack hingga chiller.

Keunggulan Solusi Liquid Cooling

Selain urgensi, implementasi liquid cooling data center AI menawarkan beberapa keuntungan utama:

  • Efisiensi energi dan penghematan biaya operasional melalui Direct Liquid Cooling (DLC), menyalurkan cairan langsung ke CPU/GPU untuk membuang panas secara efisien.

  • Dukungan densitas tinggi dan skalabilitas, memungkinkan high-density rack tanpa risiko overheating.

Keberlanjutan dan emisi karbon rendah, karena Immersion Cooling membantu menekan konsumsi energi dan jejak karbon.

Kesimpulan: Pentingnya Implementasi

Untuk mendukung AI di Indonesia, solusi liquid cooling untuk data center AI di Indonesia adalah kebutuhan utama. Dengan implementasi cepat dan tepat, data center dapat:

  • Menangani GPU densitas tinggi dengan stabil

  • Menekan konsumsi energi dan biaya operasional

  • Mendukung target keberlanjutan

  • Siap untuk skala dan upgrade workload AI di masa depan

Investasi awal tidak menjadi masalah, karena efisiensi operasional, ROI, dan keberlanjutan akan menutup biaya tersebut.

Referensi 
  1. Data Center Dynamics, HPE introduces fanless direct liquid cooling system architecture, 2025. https://www.datacenterdynamics.com
  2. Schneider Electric, Liquid Cooling Solutions for AI Data Centers, 2025. https://www.se.com
  3. detikinet, NeutraDC Siapkan Data Center AI di Batam, 2025. https://www.detik.com
  4. verneglobal.com, Five Direct Impact Benefits of a Direct Liquid Cooling Data Center, 2024. https://www.verneglobal.com
  5. ai-sca.com, Liquid Cooling Data Centers, 2025. https://ai-sca.com
  6. hpe.com, Liquid Cooling – A Cool Approach for AI, 2024. https://www.hpe.com
  7. shell.co.id, Immersion Cooling Fluids di Indonesia, 2023. https://www.shell.co.id

Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana implementasi solusi liquid cooling untuk data center AI di Indonesia dapat meningkatkan efisiensi dan stabilitas operasional data center Anda dengan menghubungi https://wa.me/6285176950083

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nusantara Academy
We Empower The Creation of Digital Ecosystems Through Talent Reskilling and Upskilling Programs for Indonesia